Al‑Utsmani

Beddian, Jambesari Darus Sholah, Bondowoso

Pondok Pesantren Salafiyah Al‑Utsmani

Didirikan KH. Utsman pada tahun 1930-an di bekas hutan Beddian. Sampai hari ini santri mengaji kitab dengan cara salaf, lalu melanjutkan ke madrasah diniyah berjenjang dan sekolah formal di bawah naungan pesantren.

Gedung asrama santri Al-Utsmani bertingkat tiga dengan pilar kayu cokelat
Lambang Pesantren Salafiyah Al-Utsmani

Layanan daring pesantren

Riwayat singkat

Tanah pesantren dulunya hutan belantara yang membentang dari arah Gunung Raung. Hutan itu dikenal angker, dihuni binatang buas, dan tidak ada penduduk yang berani masuk. KH. Utsman bin Jumadi, putra Beddian kelahiran 1895, membukanya bersama saudara-saudaranya, KH. Mawardi dan KH. Umar, serta beberapa santri yang menyertai dari Tempurejo. Di sana berdiri pesantren dan perkampungan.

Sejak awal Al-Utsmani mengajarkan ilmu agama secara salafiyah murni: kitab dibacakan dengan cara sorogan dan wetonan, yang disebut pendidikan ma'hadiyah. Atas gagasan KH. Sa'doellah Sidogiri dan KH. Ahmad Tempurejo, pada tahun 1963 KH. Utsman membuka madrasah diniyah dengan kelas berjenjang.

  1. 1895 KH. Utsman bin Jumadi lahir di Dusun Beddian.
  2. 1930-an Pesantren berdiri. KH. Utsman mengasuh hingga 1990.
  3. 1963 Madrasah diniyah berkelas dibuka di bawah naungan pesantren.
  4. 1990 KH. Abdul Hamid Utsman menjadi pengasuh.
  5. 2004 KH. Ahmad Qusyairi Utsman menjadi pengasuh sampai sekarang.

Dua jalur pendidikan

Santri belajar di madrasah diniyah dengan kurikulum yang disusun pesantren sendiri, dan dapat menempuh sekolah formal yang mengikuti kurikulum pemerintah.

Diniyah

Empat jenjang kelas, dari persiapan sampai tingkat atas.

  1. Program Isti'dadiyah
  2. Madrasah Diniyah Ula
  3. Madrasah Diniyah Wustha
  4. Madrasah Diniyah Ulya

Formal

Dari usia dini sampai perguruan tinggi.

  • PAUD Al‑Utsmani
  • Taman Kanak‑Kanak Al‑Utsmani
  • SMP Al‑Utsmani Beddian
  • MTs. Al‑Utsmani
  • SMA Islam Al‑Utsmani
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al‑Utsmani

Lembaga pendamping

  • Lembaga Taklimul wa Tahfidzul Qur'an (LTTQ)
  • Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA)
Lambang Pesantren Salafiyah Al-Utsmani

Makna lambang

Setiap unsur lambang pesantren membawa pesan. Santri memakainya sebagai bet di dada kiri.

Bentuk bulat
Tekad bulat, tidak condong ke kiri atau ke kanan.
Bulan
Pesantren adalah cahaya yang menerangi kegelapan.
Kitab Al-Qur'an
Berpedoman kepada Al-Qur'an.
Menara
Syiar Islam.
Tujuh bintang
Tiga untuk trilogi santri: beriman, berilmu, dan beramal. Empat untuk paham ahlus sunnah wal jama'ah dengan empat mazhab.
Rehan
Mengikuti jejak salafunas sholih.